coba coba deh - 4 tokoh + 1

katakanlah ini masih abad 19. belum ada indonesia, yang ada sisa-sisa beberapa kerajaan dalam wilayah Hindia Belanda. Di Jawa ada Kerajaan Mataram yang wilayahnya dari Yogya sampai ke Priangan. Di pesisir utara Jawa ada Sunan Gunung Jati.

Dalam kisah ini ada banyak belitan.
Ada soal semangat patriotisme mengusir penjajah
Ada soal kepedihan melihat rakyat bumiputera yang diperas dan dijajah
Ada intrik balas dendam
Ada pengkhianatan, keserakahan dan perburuan harta karun dan kekuasaan
Ada persoalan kesukuan
Ada cinta dan rindu
Ada orang gila, orang waras, dan tidak jelas siapa dan siapa

Ada empat tokoh jagoannya (nama-namanya belum pasti):

Gendheng
Dia adalah orang gila. Lho? ya betul. tapi jangan tanya kesaktiannya. walaupun jurus2nya sederhana dan kembangannya tidak banyak, Gendheng sudah mencapai taraf puncak dalam ilmu tenaga dalam, sehingga dia dapat mempermainkan lawan lewat kibasan dan ayunan tangannya.
Tidak jelas dari mana asal usul ilmu silatnya. Tidak ada yang tahu asal usul perguruannya.
Yang menarik tingkah lakunya yang angin2an (karena memang tidak waras), justru malah sering menyelamatkan kawan2nya atau menyelesaikan masalah yang pelik. Ucapannya yang ngaco belo malah sering memuat hikmat dan nasehat yang aneh tapi tepat.
Pembaca dibuat bingung sampai akhir cerita, apakah dia gila atau cuma pura2 gila.

Pandji Kelana
Tokoh yang berdarah panas dan belum matang. Menyimpan masa lalu yang pedih yang dipendamnya sendiri. Banyak berguru pada guru sakti, bahkan melanglang buana ke tanah seberang Melayu untuk berguru. Senjata andalannya keris ganda, yang dimainkan sama baiknya di tangan kanan dan kiri. Punya kepahitan yang mendalam kepada Belanda, yang ternyata pembaca baru tahu belakangan bahwa dia kehilangan keluarganya sejak bayi karena tentara Kompeni. Pandji dipungut dan dibesarkan Kyai Ageng Mahesa dan besar dan tumbuh di kaki gunung Galunggung di kerajaan Galuh. Terjebak dalam belitan cinta yang rumit dengan Juliana, seorang gadis anak pejabat Belanda dan cinta terpendamnya pada Nur Gan. Belakangan baru diketahui kalau Pandji adalah salah satu kerabat keluarga Hamengkubuwono.

Ajiguna Wisesa
Tokoh yang paling bijaksana di antara ke-empat lakon ini, dan secara alami yang dianggap sebagai pemimpin dan yang 'dituakan' - (walaupun tentu Gendheng yang jauh paling tua dari antara mereka). Senjata andalannya Kujang patah. Ya, patah ujungnya, namun Kujang patah ini adalah benda mestika yang dapat mematahkan apa saja. Walau dituakan, tokoh Aji ini juga terkadang bingung akan tujuan hidupnya, seperti filsafatnya mengikuti sungai dan angin semilir. Aji melawan Belanda, tetapi tidak benci Belanda dan tidak menganggap mereka musuh. Dia juga seperti tidak mengenal cinta asmara. Mungkinkah dia pernah dilukai hatinya? Kelemahan Aji, adalah terlalu mudah percaya, dan dia hampir2 mati, dan habis, ketika dikhianati oleh seorang pangeran, yang sedianya hendak melawan Belanda bersama2. Diam-diam dia juga mencintai Juliana.


Nur Gan alias Putri Kencana Nurcahya
Satu-satunya tokoh perempuan dalam kisah ini dan juga dari keturunan garis Tiong hoa. Kakeknya, Gan Peng, adalah seorang pegawai keresidenan yang bekerja untuk pemerintah Hindia Belanda, yang tadinya ditugaskan di Manila, lalu pindah ke Semarang. Ayahnya Gan Ka Long, memiliki seorang anak lelaki dan 2 anak perempuan Seha dan Nur, kemudian membawa mereka tinggal di Pekalongan. Nur tumbuh menyaksikan penderitaan rakyat kecil di kampungnya, dia sempat berguru pada salah seorang senopati yang mengabdi pada Pangeran Diponegoro. Namun dunia persilatan baru merasakan kehadirannya, saat dia menemukan kitab peninggalan kakeknya, rahasia ilmu pedang "Menembus Langit" yang diwariskan dari keluarga Gan (Yan) turun temurun. Dari luar sikapnya 'acuh' dan angin2an juga, tapi dalamnya lembut dan perasa. Tenggelam dalam rumitnya belitan cinta yang juga melibatkan Pandji.

Juliana van der Straten
Adalah putri seorang asisten terpercaya Gubernur Hindia Belanda. Orangnya baik lembut dan tentu saja tidak seperti orang belanda lainnya, dia memperhatikan kesejahteraan penduduk sekitarnya. Namun tentu sikap baiknya itu tidak mudah diterima banyak orang. Dia pernah diculik oleh 'Bajing Luncat' seorang penyamun ala RobinHood, yang menyandera dia untuk uang tebusan. Juliana bersahabat dengan 4 pendekar ini, namun membuat dia terobek dan bingung, karena yang satu adalah ayahnya berikut kepentinggannya, dan yang lain adalah sahabat2nya dan demi belas kasihannya. 

Tidak ada komentar

Info Section