Mentari senja tampak lembayung. Laksana seorang gadis remaja tersipu, beringsut hendak menyembunyikan dirinya di balik awan-awan yang terbang di langit. Awan-awan yang merona merah berkilasan disembur mentari senja.
Tak ada yang lebih baik bagi seorang yang kelelahan selain membaringkan diri di bawah pohon rindang. Walau mata terbuka lebar, namun tubuh yang lelah berdamai dengan jiwa di kaki gunung Galunggung.
Ah, benarkah jiwanya berdamai? Sekiranya pembaca melihat sosok tubuh yang tenang beristirahat tersebut, niscaya Anda akan tertawa dengan gambaran 'berdamai' tersebut. Pakaiannya compang-camping, badannya bau, mukanya hitam kotor, dan ah tentu juga sekujur badannya. Rambutnya terurai awut-awutan, seperti.... orang gila.
Dan memang demikianlah orang-orang memanggilnya, Janggelo. Kira-kira dari 'Ujang Gelo'. Ujang adalah panggilan anak muda dan 'gelo' artinya gila.
Tidak ada komentar
Posting Komentar